Selasa, 11 Oktober 2011

Unnar Luncurkan Pusat Studi Inovasi Bisnis


Surabaya - Universitas Narotama (Unnar) Surabaya meluncurkan Pusat Studi Sustainability dan Inovasi Bisnis (PSSIB) dengan menggelar seminar tentang pengembangan bisnis UKM lewat laman ("website").

"Untuk itu, kami mengundang penggagas bisnisUKM.com Prof Hasan Fauzi dan praktisi website dari detik.com Sapto Anggoro," kata Kepala Humas Unnar, Evy Retno Wulan SH MHum, di Surabaya, Senin.

Dalam paparannya, Direktur "Indonesian Center for Social and Environmental Accounting Research and Development" (ICSEARD) Prof Hasan Fauzi menyebutkan empat isu dasar yang dihadapi pelaku UKM.

"Empat isu UKM adalah modal atau keuangan (Finance), teknologi, ketersediaan input (Availability of Input), dam akses terhadap pasar (Access to Market)," kata alumni UGM Yogyakarta itu.

Alumni "Cleveland State University" Ohio, AS (S2) dan "Northern University of Malaysia-In Social and Environmental Accounting" (S3) itu menjelaskan isu itu membuktikan bisnis itu tidak mudah dan masyarakat membutuhkan solusi.

"Karena itu, sejak tahun 2010, saya menggagas bisnisUKM.com yang tidak hanya menjual produk secara online, tapi juga memberikan solusi terhadap bisnis yang dihadapi para pelaku UKM secara online pula," katanya.

Hingga kini (10/10/2011) tercatat 2.070 perusahaan yang bergabung dalam bisnisUMK.com dengan 2.561 iklan online yang terpampang dari Jabar, Jatim, Jakarta, Jateng, Yogyakarta, Banten, Sumut, Bali, Sumsel, Sulses, Kaltim, Kalbar, dan sebagainya.

"Ribuan iklan yang terpampang itu 619 iklan dari Jabar, 540 iklan dari Jatim, 410 iklan dari Jakarta, 354 iklan dari Jateng, 244 iklan dari Yogyakarta, 112 iklan dari Banten, 59 iklan dari Sumut, 54 iklan dari Bali, 40 iklan dari Sumsel, dan sebagainya," katanya.

Sementara itu, Direktur Operasi detik.com Sapto Anggoro mengatakan "sustainability" atau keberlanjutan adalah kemampuan untuk bertahan dan hal itu ditunjukkan "digital content" dalam bisnis di era global.

"Tidak hanya global, di Indonesia pun tumbuh pesat. Ada tokobagus.com, plasa.com, gantibaju.com, persma.com, kumpulblogger.com, bisnisUKM.com, dan sebagainya, namun sampai saat ini masih detik.com pemenangnya," kata alumni STKOSA-AWS Surabaya itu.

Mantan tukang cetak foto hitam-putih itu memaparkan lima kunci sukses dari "sustainability" bisnis di era global yakni produk, ekosistem, model bisnis, teknologi, dan peningkatan.

"Produk itu harus unik serta menuntut kompetensi dan kualitas; ekosistem menuntut kemampuan membaca lingkungan mulai dari pasar, pesaing, hingga peraturan; dan model bisnis menuntut kemampuan mengadaptasi model bisnis," kata mantan penulis dan wartawan di Surabaya Post itu.

Selain itu, kata mantan redaktur olahraga di Berita Buana dan Harian Republika itu, teknologi menuntut kemampuan 'update' dan menciptakan kembali teknologi baru; dan peningkatan menuntut kemampuan mengamati, menyalin, dan modifikasi.
                       sumber : http://www.narotama.ac.id/

Ratusan Pelajar Surabaya-Sidoarjo Ikuti Workshop Sumpah Pemuda

 Surabaya - Sebanyak 300-an pelajar SMA/SMK dari Surabaya dan Sidoarjo, Sabtu, mengikuti workshop sumpah pemuda bertajuk "Leadership Revolution" di kampus Universitas Narotama (Unnar) Surabaya.

"Ratusan pelajar itu menerima pelatihan kepribadian dan kepemimpinan dari dua pembicara yakni Devi Handayani S.Psi (psikolog Universitas Airlangga) dan Ragil Sugiharto ST MM (Dekan Fakultas Ekonomi Unnar)," kata Kepala Humas Unnar, Evy Retno Wulan SH MHum.

Dalam kesempatan itu, Dekan Fakultas Ekonomi Unnar, Ragil Sugiharto ST MM, mengupas pentingnya kepemimpinan dalam dua peran yang saling berhubungan yakni pemimpin (leader) dan mereka yang dipimpin (follower).

"Banyak organisasi tidak berjalan dengan baik karena pemimpin (leader) tidak tahu cara memimpin, sedangkan mereka yang dipimpin (follower) tidak menempatkan diri pada posisi dipimpin, bahkan ingin ikut memimpin," katanya.

Oleh karena itu, seorang follower harus mampu bertindak, karena kesuksesan itu berpihak kepada mereka yang kurang pintar tapi bertindak daripada mereka yang pintar tapi tidak pernah bertindak sama sekali.

"Sukses dan gagal itu ada dalam jiwa. Kalau anda pagi-pagi sudah bilang brengsek, maka seharian anda akan sial, tapi kalau pagi-pagi sudah berdoa dan bertekad untuk sungguh-sungguh, maka hari-hari anda akan luar biasa," katanya.

Sementara itu, Devi Handayani yang juga pendiri Lembaga Psikologi Exensia Unair menyebutkan empat tipe kepribadian yakni sanguinis, melankolis, koleris, dan plegmatis.

"Masing-masing pribadi memiliki kekuatan dan kelemahan. Pribadi Sanguinis itu senang bercerita, memberikan penggambaran yang warna-warni, bersuara tegas, bersahabat, pemikir bebas, bersikap santai, tidak mudah khawatir, tidak tergesa-gesa, senang berbelanja, murah hati, optimistis, spontan, dan berkepribadian magnetis," katanya.

Tapi, kelemahannya adalah suka melebih-lebihkan, berbohong, lantang, suka berbicara kepada sembarang orang tidak berdisiplin, tidak tahu waktu, terlambat untuk segalanya, boros, banyak utang, suka memberi kepada sembarang orang, kurang mikir, tidak pernah membuat rencana, dan membuat rumah sesak.

Untuk pribadi melankolis itu rapi dan pelit, pandai mengatur uang, pemikir, introspektif, berpikiran serius, terencana, ulet, peka, analitis, idealis, rinci, dan berdaya ingat kuat.

Tapi, kelemahannya adalah terobsesi dengan kerapian, pelit, tidak mau bicara, pemurung, depresi, tidak spontan, tidak mau menyerah, mudah tersinggung, lama dalam mengambil keputusan, kurang membumi, kritis, dan tidak mudah memaafkan.

Sementara itu, kekuatan pribadi koleris itu pemimpin yang kuat, pemikir cepat, pandai berbisnis, pekerja keras, persuasif, berkemauan keras, kompetitif, mandiri, lugas, dan cepat mengambil keputusan.

Namun kelemahannya adalah "nge-bos", keputusan sering sembrono, terlalu impulsif, gila kerja, penipu, keras kepala, tidak mau mengalah, tidak membutuhkan anda, menghina, dan tidak sabaran.

Untuk pribadi plegmatis, kekuatannya adalah santai, damai, senang nonton TV, tampaknya saja mendengarkan, tersenyum dan mengangguk, kalem, tidak terlekat, konsisten pandai beradaptasi, bersuara pelan, cocok dimana-mana, pemikir yang seimbang, dan bertampang merayu.

Tapi, kelemahannya adalah malas, kurang semangat, kurang selektif dalam menonton, tidak mendengarkan, tidak menangkap sepatah katapun, memang tidak terlekat, terperangkap dalam kemapanan, kurang dapat mengambil keputusan, tidak jelas perkataannya, tidak tampak keunikannya, tak ada pendirian, dan terlalu letih.
                       sumber : http://humas.narotama.ac.id/index.php

Profil HUMAS

Praktek Public Relations (pakai s) seringkali menimbulkan salah pemahaman (mi-sunderstanding). Karena itu kita semua perlu menyimak definisi yang tepat dan sudah diakui secara internasional dari Institute of Public Relations, Inggeris . Praktek Public Relations merupakan upaya yang sengaja, direncanakan dan berkesinambungan untuk membangun dan memelihara saling pengertian antara sebuah organisasi dengan aneka publiknya (Public relations is the deliberate, planned and sustained effort to establish and maintain mutual understanding between an organization and its public).
Yang pasti, maksud (purpose) upaya public relations adalah membangun saling pengertian dan komunikasi dwi arah antara organisasi dan publiknya.
Public Relations itu samasekali tidak boleh bersikap/ berperilaku tidak etis, tidak benar, hanya bisa ber-publisitas murahan, berat sebelah, menumbuhkan kekecewaan karena janji dan memberi ekspektasi yang tidak realistik

Secara profesional lima kompetensi dan kredibilitas merupakan tuntutan
Pertama, seni berkomunikasi. Ini pasti berarti kemampuan menjadi pendengar dan ketrampilan menyampaikan pendapat/pandangannya secara tertulis dan lisan dialogis.Tidaklah mudah menjadi pendengar yang baik, karena orang biasanya lebih suka berbicara, apalagi kalau biasanya menjadi pimpinan yang otoriter. Egoisme pribadi biasanya mencuat menjadi senang sekali mendengarkan suaranya sendiri senang sekali dipuji dan mengabaikan pendengar yang sudah berkorban waktu untuk itu. Pemanfaatan sarana media komunikasi modern (pers cetak dan elektronik) secara profesional adalah sangat penting dan bukanlah tuntutan yang dicari-cari.
Kedua, kemampuan mengorganisir. Kemampuan ini tidak hanya menjadwalkan pertemuan, memprogram acara pertemuan, tetapi justru mengantisipasi komunikasi dwi arah yang subur, sekalipun dengan kritik yang tajam tetapi bersahabat. Kecermatan untuk langkah-langkah yang mendetail karena mewakili organisasi. Keteraturan mengorganisasikan pertemuan, kunjungan, dialog, sponsorship tanpa terlalu menonjolkan diri dsb. haruslah termasuk kemampuan itu.
Ketiga, kemampuan bergaul dengan orang/publik . Di sini ketrampilan tukar pikiran dialogis dengan berbagai publik dari segala lapisan. Dasarnya menghargai publik dan tidak menjauhinya atau membentak-bentaki publik. Tidak selalu seorang PRO itu benar apalagi kalau ingin menutupi (cover up) suatu kejadian yang fatal. Taruhannya adalah citra organisasi yang diwakilinya. Di sini berlaku propaganda ends, when friendly, fair and firm dialog starts.
Ke-empat, integritas pribadi. Sekalipun harus mengungkapkan citra organisasinya betapa pun kurang sukses atau penuh kelemahan, harus tetap memiliki integritas. Integri-tas itu mencuat karena dapat diandalkan (reliability), dan tidak memihak dalam menyajikan informasi (impartiality of his information), membangun respek karena profesionalismenya. Boleh saja tadinya profesional di bidang lain, tetapi kalau tidak profesional dalam Public Relations, sebaiknya menggugat diri apakah fungsi itu tepat baginya.
Kelima, memiliki kualifikasi seorang manusia yang kreatif, mampu memecahkan masalah, dan imajinasi untuk membuat komunikasi dwi arah dengan berbagai publik itu konstruktif dan menyenangkan publik yang kritis analitis.

                         sumber : http://humas.narotama.ac.id/index.php/profil