"Ratusan pelajar itu menerima pelatihan kepribadian dan kepemimpinan dari dua pembicara yakni Devi Handayani S.Psi (psikolog Universitas Airlangga) dan Ragil Sugiharto ST MM (Dekan Fakultas Ekonomi Unnar)," kata Kepala Humas Unnar, Evy Retno Wulan SH MHum.
Dalam kesempatan itu, Dekan Fakultas Ekonomi Unnar, Ragil Sugiharto ST MM, mengupas pentingnya kepemimpinan dalam dua peran yang saling berhubungan yakni pemimpin (leader) dan mereka yang dipimpin (follower).
"Banyak organisasi tidak berjalan dengan baik karena pemimpin (leader) tidak tahu cara memimpin, sedangkan mereka yang dipimpin (follower) tidak menempatkan diri pada posisi dipimpin, bahkan ingin ikut memimpin," katanya.
Oleh karena itu, seorang follower harus mampu bertindak, karena kesuksesan itu berpihak kepada mereka yang kurang pintar tapi bertindak daripada mereka yang pintar tapi tidak pernah bertindak sama sekali.
"Sukses dan gagal itu ada dalam jiwa. Kalau anda pagi-pagi sudah bilang brengsek, maka seharian anda akan sial, tapi kalau pagi-pagi sudah berdoa dan bertekad untuk sungguh-sungguh, maka hari-hari anda akan luar biasa," katanya.
Sementara itu, Devi Handayani yang juga pendiri Lembaga Psikologi Exensia Unair menyebutkan empat tipe kepribadian yakni sanguinis, melankolis, koleris, dan plegmatis.
"Masing-masing pribadi memiliki kekuatan dan kelemahan. Pribadi Sanguinis itu senang bercerita, memberikan penggambaran yang warna-warni, bersuara tegas, bersahabat, pemikir bebas, bersikap santai, tidak mudah khawatir, tidak tergesa-gesa, senang berbelanja, murah hati, optimistis, spontan, dan berkepribadian magnetis," katanya.
Tapi, kelemahannya adalah suka melebih-lebihkan, berbohong, lantang, suka berbicara kepada sembarang orang tidak berdisiplin, tidak tahu waktu, terlambat untuk segalanya, boros, banyak utang, suka memberi kepada sembarang orang, kurang mikir, tidak pernah membuat rencana, dan membuat rumah sesak.
Untuk pribadi melankolis itu rapi dan pelit, pandai mengatur uang, pemikir, introspektif, berpikiran serius, terencana, ulet, peka, analitis, idealis, rinci, dan berdaya ingat kuat.
Tapi, kelemahannya adalah terobsesi dengan kerapian, pelit, tidak mau bicara, pemurung, depresi, tidak spontan, tidak mau menyerah, mudah tersinggung, lama dalam mengambil keputusan, kurang membumi, kritis, dan tidak mudah memaafkan.
Sementara itu, kekuatan pribadi koleris itu pemimpin yang kuat, pemikir cepat, pandai berbisnis, pekerja keras, persuasif, berkemauan keras, kompetitif, mandiri, lugas, dan cepat mengambil keputusan.
Namun kelemahannya adalah "nge-bos", keputusan sering sembrono, terlalu impulsif, gila kerja, penipu, keras kepala, tidak mau mengalah, tidak membutuhkan anda, menghina, dan tidak sabaran.
Untuk pribadi plegmatis, kekuatannya adalah santai, damai, senang nonton TV, tampaknya saja mendengarkan, tersenyum dan mengangguk, kalem, tidak terlekat, konsisten pandai beradaptasi, bersuara pelan, cocok dimana-mana, pemikir yang seimbang, dan bertampang merayu.
Tapi, kelemahannya adalah malas, kurang semangat, kurang selektif dalam menonton, tidak mendengarkan, tidak menangkap sepatah katapun, memang tidak terlekat, terperangkap dalam kemapanan, kurang dapat mengambil keputusan, tidak jelas perkataannya, tidak tampak keunikannya, tak ada pendirian, dan terlalu letih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar